kosmetik berbahaya

kosmetik berbahaya
buat info
waspada ya para mbak-mbak n ibu-ibu

Jai Ho lyric

versi pussycat dolls
(Jai Ho)
(Jai Ho)
I got (I got) shivers (shivers)
When you touch away
I’ll make you hot
Get all you got
I’ll make you wanna say
(Jai Ho)
(Jai Ho)
I got (I got) fever (fever)
Running like a fire
For you I will go all the way
I’m gonna take you higher
(Jai Ho)
I keep it steady, steady
It’s how I feel it
(Jai Ho)
This beat is heavy, so heavy
You gonna feel it
(Jai Ho)
You are the reason
That I breath
(Jai Ho)
You are the reason
That I still believe
(Jai Ho)
You are my destiny
Jai Ho.. oh oh oh oh..
(Jai Ho)
No, there is nothing
That can stop us
(Jai Ho)
Nothing can ever
Come between us
(Jai Ho)
So come and dance with me
Jai Ho.. ooh..
Catch me, catch me, catch me
Come on, catch me, I want you now
I know you can save me
Come on, save me, I need you now
I am yours forever
Yes, forever
I will follow
Anywhere in anyway
I never gonna let go
(Jai Ho)
(Jai Ho)
Escape (escape) away (away)
I’ll take you to a place
This fantasy of you and me
I’ll never lose my chance
(Jai Ho)
Yeaaahh..
(Jai Ho)
Yeaaaahhh..
I can (I can) feel you (feel you)
Rushing through my veins
There’s an ocean in my heart
I will never be the same
(Jai Ho)
Just keep it burnin’, yeah, baby
Just keep it comin’
(Jai Ho)
You gonna find out, baby
I’m one in a million
(Jai Ho)
You are the reason that I breathe (that I
breathe)
(Jai Ho)
You are the reason that I still believe (still
believe)
(Jai Ho)
You are my destiny (my destiny)
Jai Ho.. oh oh oh oh..
(Jai Ho)
No, there is nothing
That can stop us
(Jai Ho)
Nothing can ever
Come between us
(Jai Ho)
So come and dance with me
Jai Ho.. ooh.
(feel me, it’s destiny)
Catch me, catch me, catch me
Come on, catch me, I want you now
I know you can save me
Come on, save me, I need you now
I am yours forever
Yes, forever
I will follow
Anywhere in anyway
I never gonna let go
(Jai Ho)
Yeaaah..
(Jai Ho)
Yeaaaahhh..
(Jai Ho)
I need you
Gonna make it
(Jai Ho)
I’m ready
So take it!
(Jai Ho)
You are the reason that I breathe (I breathe)
(Jai Ho)
You are the reason that I still believe (I still
believe)
(Jai Ho)
You are my destiny (my destiny)
Jai Ho.. oh oh oh oh..
(Jai Ho)
No, there is nothing
That can stop us (stop us)
(Jai Ho)
Nothing can ever
Come between us
(Jai Ho)
So come and dance with me
Jai Ho.. ooh.
(feel me, it’s destiny)
Jai Ho!
Baila baila!
Baila baila!
Jai Ho!
Baila baila!
Jaï Ho!
(See ït, baby..)

versi india asli

Jai Ho-A R Rahman featuring Sukhvinder Singh, Tanvi Shah & Mahalaxmi
jai ho
jai ho

aaja aaja jind shamiyane ke tale
aaja jariwale nile aasman ke tale

jai ho
jai ho

ratti ratti sachi maine jaan gavayi hai
nach nach koylo pe raat bitayi hai
akhiyon ki neend maine phoonko se uda di
neele tare se maine ungli jalayi hai

aaja aaja jind shamiyane ke tale
aaja jariwale nile aasman ke tale

chakh le ha chakh le ye raat shahad hai chakh le
rakh le ha dil hai dil aakhri had hai rakh le
kala kala kajal tera koi kala jadoo hai na

kala kala kajal tera koi kala jadoo hai na

aaja aaja jind shamiyane ke tale
aaja jariwale nile aasman ke tale

jai ho jai ho
jai ho jai ho

kab se ha kab se tu lab pe ruki hai kah de
kah de ha kah de ab aankh jhuki hai kah de
aisi aisi roshan aankhe roshan dono bhi hai hai kya

aaja aaja jind shamiyane ke tale
aaja jariwale nile aasman ke tale

jai ho
jai ho
jai ho
jai ho

mengapa harus kartini

dari milis moga bermanfaat

Mengapa harus Kartini? Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?kartini_11

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku suratsurat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Qur’an banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.

Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.

Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.

Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini.

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber-inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiran-pikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.

Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia… , mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah. Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong takdir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?

awas obat flu berbahaya

Phenylpropanolamin adalah obat influensa (decongestant) yang sejak 1 Maret ini oleh
Badan pengawasan obat dan pangan Amerika (FDA) ditarik dari peredarannya karena
terbukti dapat menyebabkan perdarahan di otak sebagai dampat sampingnya.  

Di Indonesia terdapat kira2 100 obat2an yang mengandung phenylpropanolamine dan
sering dipakai oleh masyarakat. Obat2 itu a.l: 

Decolgen, Decolsin, Sinutab, Stopcold, Allerin, Bodrexin, Contac 500, Cosyr
(terutama untuk anak2), Flucyl, Fludane, Flugesic, Inza, Komix,  Mixaflu, Mixagrip,
Nalgestan, Neozep forte,  Nodrof, Paratusin, Procold, Rhinopront,  Rhinotussal,
Sanaflu, Siladex, Stopcold,  Triaminic drops (untuk anak2), Tusalgin.  Yang dicetak tebal adalah
 yang
sering sekali dipakai.

Jadi carilah obat flu yang lain.

sepi amatttt

info bagus…salat di empat musim….

Negara Jerman, sebagaimana wilayah Eropa lainnya, mengalami empat musim yang merupakan siklus tahunan. Dua musim yang sangat kontras adalah musim dingin (Winter) dan musim panas (Sommer). Pergantian dari musim dingin ke musim panas ditandai dengan tibanya musim semi (Frühling). Sedangkan bergantinya musim panas ke musim dingin ditandai dengan adanya musim gugur (Herbst). Yang menarik dari musim gugur adalah paronama alam yang cantik dengan dominasi warna kuning kecoklatan. Hal ini disebabkan semua dedaunan yang semula berwarna hijau royo-royo perlahan berubah menjadi kuning muda, kuning tua dan kecokelatan serta berguguran ke tanah. Tak ayal sepanjang jalan yang ada pohonnya pada musim itu permukaannya dipenuhi dan tertutup oleh guguran daun.

“Capek donk mbersihinnya?“ Nggak juga, sebab di Jerman untuk menyapu jalan tidak lagi menggunakan sapu lidi. ‘Pasukan kuning‘ nya Jerman telah menggunakan mobil sebagai penyapu jalan. Tiap pagi mobil penyapu itu sudah beroperasi di semua jalan yang ada, dan selesai sebelum orang-orang berangkat ke kantor. Dengan demikian ketika orang keluar rumah pagi hari, jalanan sudah bersih. Berharap yang kayak gini terjadi di Indonesia.

Bergugurannya daun tersebut pertanda akan masuk pada musim dingin. Bila musim dingin tiba maka nyaris semua pohon akan menyisakan dahan dan ranting serta tidak meninggalkan satu pun sepucuk daun. Seakan-akan pohon itu mati. Bila salju turun maka ranting-ranting pepohonan tersebut berubah berwarna putih. Hal ini disebabkan butiran-butiran salju tersebut menempel dan menutupi permukaan dahan dan ranting. Pun demikian, pemandangan alam didominasi warna putih.

Musim Dingin: Dhuhur dekat Ashar
“Terus dong gimana waktu sholatnya?” Pengalaman yang saya alami, bila musim dingin tiba, maka antara waktu sholat dengan sholat yang lain relatif berdekatan terutama waktu dhuhur dan ashar yaitu sekitar satu setengah jam. Sebab waktu siang di musim dingin lebih pendek. Bahkan matahari pun nyaris tak nongol. Sebaliknya, waktu malam agak panjang. Fenomena ini bertolakbelakang dengan situasi waktu sholat di musim panas. Misalnya akhir bulan Desember tahun lalu waktu shubuh masuk hampir pada jam setengah tujuh pagi (06.23). Waktu dhuhurnya masuk pada jam 12.11, berdekatan dengan waktu ashar yaitu jam 13.47. Sedangkan waktu maghribnya jam 16.04. Dan waktu isya’nya jatuh pada pukul 17.51.

Dengan jadwal sholat dhuhur dan ashar seperti itu, bila saya sedang berada di luar rumah, terkadang saya harus memaksa diri mendirikan sholat di tempat umum seperti taman dan lainnya. Sebab, jumlah masjid sedikit dan lokasinya pun jauh. Kalopun nekat menuju Masjid atau pulang ke rumah boleh jadi batas akhir waktu sholatnya terlewatkan di jalan. Tak semudah di Indonesia, di mana masjid dan musholla tersebar di mana-mana, baik di pasar maupun di perkantoran bahkan di SPBU-pun tersedia. Di Jerman sulit kita temukan musholla di tempat umum seperti di bandara, terminal, dan di perkantoran.

Baju Berlapis-Lapis
O ya, bila musim dingin maka suhu udaranya bisa mencapai di bawah minus derajat celcius (-°C). Pertamakali mengalaminya terasa sangat merepotkan, baju dan celana harus berlapis-lapis, dimulai dari baju dalaman, kemudian Pullover (kaos agak tebal), kemudian dibalut sweater, kemudian di bungkus jaket yang tebal. Belum lagi harus memakai Mütze (tutup kepala) dan Schal (slayer penutup leher). Praktis yang kelihatan dari badan ini hanya wajah doang. Sebab tangan pun harus dibalut dengan kaos tangan tebal. Rasa dinginnya sangat menusuk tulang terutama terasa di bagian belakang telinga. Bila kaos tangan Saya lepas maka terasa tangan ini seakan memegang es batu.

Nah, sebelum berganti musim panas, tibalah musim semi, yaitu dimana semua pepohonan yang tadinya gundul tanpa sepucuk daun kini mulai bersemi. Dedaunan perlahan mulai tumbuh kembali. Semakin mendekati musim panas semakin rindang menghijau. Yang menarik adalah tumbuh dan bermekarannya berwarna warni berbagai macam jenis bunga.

Tantangan Shubuh di Musim Panas
Lalu bagaimana dengan waktu sholatnya? Nah, pada musim ini, jarak antar waktu sholat berjauhan kecuali antara waktu subuh dan isya‘. Pada musim ini pula waktu siangnya (terang) sangat panjang. Sebaliknya waktu malamnya terasa pendek. Sekitar jam setengah sepuluh malam baru gelap (masuk waktu maghrib). Pada musim panas tahun lalu (2008), sebagai contoh jadwal sholat yang dikeluarkan oleh islamic center Kota Aächen (http://islam.de/sections/servicepoint/gebetszeiten/diwan/2114.txt ), pada tanggal 18 Juni untuk waktu sholat dhuhur masuk pukul 13.09. sedang jam 17.34 masuk waktu ashar. Berselang itu waktu maghrib pukul 21.36. yang menarik sekaligus menjadi tantangan (ujian) adalah masuknya waktu subuh yang berdekatan dengan waktu isya‘. Bila waktu isya pada tanggal tersebut adalah jam 23.34 maka pada jam 02.30 sudah masuk waktu shubuh. Praktis hanya selisih sekitar tiga jam.

Hikmah yang bisa diambil dari cerita di atas adalah bahwa Kita harus senantiasa ber-iltizam untuk menepati waktu sholat kapan pun dan bagaimanapun keadaannya. Sebab lima waktu sholat ini selain menjadi kewajiban bagi seorang muslim juga sudah ditentukan waktu-waktunya. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisaa’, ayat 103. Alloh a’lam (Abu Azmi Awwaliy)

minta bantuan

temen2 ku sayang baru punya blog nih….gatau gimana ngurusnya….minta bantuaannya ya….

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.